SOAL TUGAS BAB V
1.
Sebutkan
perbedaan antara desain sistem secara umum dan secara terinci di tinjau dari
komponen-komponennya?
2. Sebutkan definisi dari desain sistem dan sebutkan
sumber referensinya?
3.
Jelaskan
perbedaan perancangan sistem secara terstruktur dengan perancangan berorientasi
objek di tinjau dari :
a. Konsep
b. Penggunaan sistem operasi
c. Penggunaan bahasa pemograman
d. Penggunaan alat permodelan sistem
4. Sebutkan komponen-komponen
yang terdapat didalam desain database secara umum?
5.
Sebutkan
tujuan dilakukan desain didalam layar terminal? Dan sebutkan bentuk-bentuk yang
terdapat didalam layar terminal tersebut?
JAWABAN
1.
A) Desain
Sistem Secara Umum berdasarkan komponen-komponennya, terdiri dari :
1) Desain Model, terdiri dari :
· Physcal
system => Sistem
Flowchart
· Logical
model => Data Flow
Diagram (DFD)
2) Desain Input
3) Desain Output
4) Desain Data Base, terdiri dari :
·
Tipe
File, terdiri dari : tipe Master dan
tipe Transaksi
·
Media
File
·
Organisasi
File, terdiri dari : Sequental File dan Direct Access File
·
Primary
Key
5)
Desain
Teknologi
B) Desain
Sistem Secara Terinci berdasarkan komponen-komponennya, terdiri dari :
1)
Desain
Input
2)
Desain
Output
3)
Desain
Dialog Layar Terminal, terdiri dari :
·
Menu
·
Instruction
Set
·
Question
/ answer dialog
4)
Desain
Teknologi
·
Hardware,
terdiri dari :
A. Media Input
B. Media Proses
C. Media Output
D. Media Simpanan Luar, terdiri dari : Hardisk,
Flashdisk dan Compact Disk
·
Software,
terdiri dari :
E. Sistem Operasi
F.
Bahasa
Pemograman
G. Paket Aplikasi
2.
Definisi
Desain Sistem :
a.
Tahap
setelah analisis sistem dari siklus pengembangan system
b.
Menggambarkan
bagaimana suatu sistem dibentuk
c.
Mengkonfigurasi
dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
(Sumber
Referensi : Foto copy mata kuliah Sistem Informasi Bab V)
3.
Perbedaan
Perancangan sistem secara terstruktur dengan perancangan berorientasi objek,
antara lain :
·
Berdasarkan
Konsep :
6)
Perancangan Terstruktur adalah aktivitas mentransformasikan suatu hasil analisis ke dalam suatu perencanaan untuk dapat
diimplementasikan ( diotomasikan).
7)
Perancangan berorientasi objek adalah Suatu teknik atau cara pendekatan baru dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak.
Sistem informasi, atau sistem lainnva)
b. Berdasarkan Penggunaan Bahasa Pemograman :
·
Perancangan Terstruktur : Cobol Turbo Prolog, C, Pascal, Delphi, Borland Delphi
·
Perancangan berorientasi objek : Visual Foxpro, Java, C++, Pascal , Visual Basic.NET, SIMULA, Smalltalk, Ruby, Python, PHP, C#, Delphi,
Eiffel, Perl, Adobe Flash AS 3.0.
c. Berdasarkan Penggunaan Alat Permodean Sistem :
·
Perancangan Terstruktur :
-
DFD( Data
Flow Diagram ).
-
Kamus
Data
-
Entity
Relationship Diagram (ERD)
-
State
Transition Diagram (STD)
·
Perancangan berorientasi objek :
-
Object
Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan
Edward Yourdon [1990].
-
Object
Modeling Technique (OMT) dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan,
Frederick Eddy dan William Lorensen [1991].
-
Object
Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
-
Booch
Method dan Grady Booch [1994].
-
Sritrop
dan Steve Cook dan John Daniels [1994].
-
UML
(Unified Modeling Language) dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson
[1997].

4.
Komponen-komponen
yang terdapat didalam desain database umum, antara lain :
·
Tipe
File, terdiri dari : tipe Master dan
tipe Transaksi
·
Media
File
·
Organisasi
File, terdiri dari : Sequental File dan Direct Access File
·
Primary
Key
5.
Tujuan dilakukan desain didalam layar terminal
adalah untuk merancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem
(user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukan data
ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau dapat keduanya .
Bentuk-bentuk yang terdapat di dalam layar
terminal, antara lain :
a)
Menu
Menu banyak digunakan dalam dialog karena merupakan
jalur pemakai yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan
beberapa alternatif atau option atau pilihan yang disajikan kepada user.
b)
Kumpulan instruksi (instruction set)
Strategi dialog ini digunakan dengan menuliskan
suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengartikan instruksi ini serta akan
memberikan respon jawabannya. Dialog dengan cara ini perlu didukung dengan
suatu bantuan yang memadai untuk menampilkan sintak dari instruksi bila user
tidak teringat dengan sintaknya. Strategi dialog ini kurang tepat untuk suatu
program aplikasi.
c)
Dialog pertanyaan/jawaban (question/answer dialog)
Berbeda dengan strategi dialog kumpulan instruksi
yang akan ditampilkan respon jawaban bila user menuliskan suatu instruksi.
Strategi dialog pertanyaan/jawaban sebaliknya sistem akan menampilkan terlebih
dahulu pertanyaan dan user menjawabnya untuk mendapatkan respon lebih lanjut
dari sistem.
SOAL TUGAS BAB VI
1.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan implementasi sistem? Serta sebutkan langkah-langkah di
dalam implementasi sistem?
2.
Sebutkan
kegiatan-kegiatan yang terdapat didalam implementasi sistem? Dari
kegiatan-kegiatan tersebut kegiatan manakah yang paling sulit di lakukan?
Sebutkan alasannya!
3.
Jelaskan
pemilihan personil serta pelatihan personil yang biasa dilakukan di dalam
implementasi sistem?
4.
Jelaskan
personil-personil yang terdapat di dalam sistem informasi?
5.
Jelaskan
bentuk-bentuk konversi sistem?
JAWABAN
1.
Implementasi Sistem adalah tahap meletakkan system supaya
siap untuk dioperasikan.
Langkah-langkah pada tahap implementasi system,
antara lain :
1)
Menetapkan
rencana implementasi
2)
Melakukan
kegiatan implementasi
3)
Tindak
anjut implementasi
2.
Kegiatan yang terdapat didalam implementasi sistem, antara lain :
1)
Pemilihan
dan pelatihan personil
2)
Pemilihan
tempat dan instalasi perangkat keras serta perangkat lunak
3)
Pemograman
dan pengetesan program
4)
Pengetesan
system
5)
Konversi
system
v Dari 5
kegiatan diatas yang paling sulit dilakukan menurut pendapat saya adalah Pemograman dan
Pengetesan Program alasannya karena setelah programmer selesai membuat program
yang sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh sistem analis dan
sebelum program diterapkan, program harus ditest terlebih dahulu agar bebas
dari kesalahan-kesalahan.
3.
Pemilihan Personil yang Dilakukan di Dalam Implementasi Sistem, antara
lain :
1)
Tugas –
tugas Input-Output data
Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan
distribusi dari output
2)
Tugas –
tugas Operasi
Personil - personil yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang
tidak terlibat secara langsung dengan tugas I/O
3)
Tugas –
tugas Pemograman
Personil –
personil yang menulis program – program computer
4)
Tugas –
tugas Analis Sistem
Personil –
personil yang akan mengembangkan sistem
Pelatihan
Personil yang Dilakukan di Dalam Implementasi Sistem, antara lain :
1)
Pelatihan
(Training)
Personil yang masuk daam kategori ini adalah personil – personil yang
akan mengoperasikan sistem yaitu mereka yang teribat daam tugas mempersiapkan
input, memproses data mengoperasikan sistem, merawat dan menjaga system.
2)
Pendidikan
( Education )
Personil - personil yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang
membutuhkan dan menggunakan sistem misalnya salesman, akutan dll. Pendidikan
ini lebih ditekankan pada bagaimana kerja dari sistem dan bagaimana cara
mengoperasikan sistem.
4.
Personil – personil yang terdapat di dalam sistem informasi, antara
lain :
1)
Tugas –
tugas Input-Output data
Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan
distribusi dari output
2)
Tugas –
tugas Operasi
Personil - personil yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang
tidak terlibat secara langsung dengan tugas I/O
3)
Tugas –
tugas Pemograman
Personil –
personil yang menulis program – program computer
4)
Tugas –
tugas Analis Sistem
Personil –
personil yang akan mengembangkan system
5.
Bentuk – Bentuk Konversi Sistem, antara lain :
1)
Konversi
Langsung (Direct Conversion/Plunge
Strategy)
Konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan
menggantikan dengan sistem yang baru..
Pendekatan
atau cara konversi ini akan bermanfaat apabila :
a)
Sistem
tersebut tidak mengganti sistem lain
b)
Sistem
yang lama sepenuhnya tidak bernilai
c)
Sistem
yang baru bersifat kecil atau sederhana atau keduanya
d)
Rancangan
sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara
sistem-sistem tersebut tidak berarti.
Kelebihan dari penggunaaan
konversi langsung yaitu biaya yang dikeluarkan
relatif tidak mahal. Sedangkan kelemahannya yaitu mempunyai resiko
kegagalan yang tinggi.
2)
Konversi
Paralel (Parallel Conversion)
Konversi
Paralel adalah suatu pendekatan dimana
baik sistem lama dan baru beroperasi secara
serentak untuk beberapa periode waktu. Pada konversi ini, sistem baru dan
sistem lama sama-sama dijalankan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem
baru telah bisa diterima untuk menggantikan sistem lama, maka sistem lama
segera dihentikan.
Kelebihan
dari penggunaan sistem konversi paralel yaitu
dapat memberikan derajat proteksi
yang tinggi kepada organisasi dari kegagalan sistem baru. Sedangkan Kelemahannya adalah besarnya biaya
untuk penduplikasian fasilitas-fasilitas dan biaya personel yang memelihara sistem rangkap tersebut.
3) Konversi Bertahap (Phased Conversion)
Konversi dilakukan secara bertahap dengan
menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi
sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali
dengan yang lama. Apabila tidak terjadi masalah,
modul-modul baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti modul-modul lama. Dengan
pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem
baru. Cara seperti ini lebih aman daripada melakukan konversi langsung.
Kelebihan
menggunakan metode konversi bertahap yaitu
kecepatan perubahan dalam organisasi
tertentu bisa diminimisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh
sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Konversi bertahap dapat
menghindarkan risiko yang diakibatkan oleh konversi langsung dan memberikan
waktu yang agak longgar kepada pemakai untuk beradaptasi terhadap perubahan.
Sedangkan Kelemahan dari metode konversi
bertahap yaitu keperluan biaya yang harus diadakan untuk mengembangkan interface
temporerdengan sistem lama, daya terapnya terbatas, dan terjadi kemunduran
semangat di organisasi, sebab orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan
sistem.
4) Konversi Pilot (Pilot
Conversion)
Pendekatan ini dilakukan dengan cara menerapkan
sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor
(lokasi dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu). Apabila konversi ini
dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini
merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah.
Segala kesalahan dapat dilokalisir dan dikoreksi
sebelum implementasi lebih jauh dilakukan. Apabila sistem baru melibatkan
prosedur baru dan perubahan yang drastis dalam hal perangkat lunaknya, metode
pilot ini akan lebih cocok digunakan. Selain berfungsi sebagai tempat pengujian
(test site), sistem pilot juga
digunakan untuk melatih pemakai seluruh organisasi dalam menghadapi lingkungan “live” (hidup atau sebenarnya) sebelum
sistem tersebut diimplementasikan di lokasi mereka sendiri.